Jakarta, IDM – Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung Mengatakan Bahwa Korea Utara (Korut) Berada Di Tahap Akhir Pengembangan Rudal Balistik Antarbenua Yang Dapat Menjangkau Amerika Serikat (As) Anggan Hulu Nuklir.
Melansir ReutersSabtu (27/9), Dalam Acara Bursa Efek New York, ia Berkomitmen untuk Mengurangi Risiko Keamanan Yang Terkait Anggan Korut Guna Menarik Lebih Banyak Investasi Dan Memacu Perekonomi.
BACA JUGA: Netanyahu Bantah Genosida Gaza Di Sidang PBB
“Mereka Terus Mengembangs Rudal Balistik Antarbenua Yang Mampu Mencailai As, Membawa Bom Nuklir, Dan Mengebom As,” Ujarnya.
“Tampaknya Mereka Belum Mencapai Keberhasilan, Tetapi Mereka Berada Di Tahap Akhir, Hanya Gangan Apa Yang Disebut Teknologi Atmosfer Realry Realsy Yang Belum Dikuasai. HAL ITU PUNGINAN AKAN SEGERA DISGERA DISELESAA.
PAYA TAHUN LALU, KORUT UJI COBA RUDAL BALISTIK ANTARBENUA Terbesarnya, Hwasong-19. Para Ahli Menilai Rudal Jenis Itu Mampu Mengenai Target Mana Pun Di As, Meskipun Kemampuan Pyongyang Untuce Mengarahkan Rudal Dan Melindungi Hulu Ledaknya saat Memasuki Kembali Atmosfer MASIH Diragu.
Lebih Lanjut, Lee Menegaskan Kembali Bahwa Presiden sebagai Donald Trump Akan Menjadi “Satu-Satunya” Orang Yang Yang Dapat Bernegosiasi Dgan Korut. Trump Pernah Menyatakan Ingin Bertemu Presiden Presiden Korut Kim Jong Un Pada Tahun Ini.
BACA JUGA: Pertemuan prabowo dan raja-ratu belanda, Bahas pertahana hingga pendidikan
Lee Pun Menyerukan Pentingnya Negosiasi untuk Menghentikan Korut Memproduksi Lebih Banyak Senjata Nuklir Yang Dapat Dijual Ke Luar Negeri.
“Mari Kita Kurangi Senjata Nuklir Dalam Jangka Menengah. Mari Kita Kejar Denuklirisasi Dalam Jangka Panjang,” Pungkasnya. (BP)
(Tagstotranslate) Amerika Serikat (T) Korsel (T) Korut (T) Lee Jae Myung (T) Nuklir (T) Rudal Balistik