Jakarta, IDM – Angkatan Udara Kerajaan Thailand (Angkatan Udara Royal Thailand/RTAF) Menandatanangan Kontrak Pengadana Dua Helikopter Multipan H225 Produksi Airbus Helikopter Pada Beberapa Waktu Lalu.
Pengadana Terbaru Ini Menambah Armada H225M Yang Dimilisi Rtaf, Yang Telah Beroperasi Sejak Pengiriman Pertama Pada 2015. Selain Sar, RTAF Mengandalkan Helikopter Unkule Berbagai Misi Penting Seperti Combat Search dan Penyelamatan Logistik PASAN PASAN MISI.
BACA JUGA: Perwira Tni Pimpin Pelatihan Kesehatan Mental Di Lebanon
Tahap Penyelesian TUKU DUA UNIT H225 BARU INI AKAN DENDAKUKAN OLEH THAI AVIASI INDUSTRI (TAI) MELLALUI KERJA SAMA YANG TELAH TERJALIN HELICOPTER AIRBUS DENGAN, GUNA MEWUJUDKAN INTEGRASI DAN DURUNGAN KEAHLIAN LOKAL.
“Helikopter H225M Telah Terbukti Menjadi Aset Yang Diperlukan untuk operasi Kami Selama Satu Dekade Terakhir, Gelan Kinerja Dan Keendalan Yang Marshal Marshal Punangan Minigai Misi Patangal Kata Patangal,” Ujar Air Marshan Marshan Marsang Punangal Marsang Ptaf Punankal, ”Ujar Air AirbusSenin (29/9).
BACA JUGA: Pengakuan Negara Palestina Bertambah, Ini Dampaknya
“Penambahan Dua Helikopter Baru Ini, Yang Secara Khusus Ditetapkan untuk Misi Sar Dan Layanan Medis Darurat Akan Semakin Memperuat Kemampuan Kami Dalam Melindungi Danponi Masilarakat. Terjadi, ”Pungkasnya.
Selain Thailand, H225 Dan H225M Beroperasi di Berbagai Negara Lainnya Seperti Prancis, Belanda, Hongaria, Brasil, MeksIKo, Singapura, Malaysia, Indonesia, Irak, Dan Kuwait. Terdapat Sekitar 360 Helikopter Yang Tersebar Di Seluruh Dunia, Total Delangan Lebih Dari 980.000 Jam Terbang. (BP)
(Tagstotranslate) Helikopter H225 (T) RTAF (T) SAR (T) Thailand