Jakarta, IDM – Wakil Menteri Perahanan Ri Donny Ermawan Taufanto Mengungkap, Perang Baru Lewat Perang Naratif dan Hukum Bisa Menyasar Ekonomi Hingga Politik Suatu Negara.
Hal ini diungkapkan donny saat didapuk sebagai Pembicara kunci pada dialog forum publik tentang “Perang Naratif dan Hukum (NLW) ”Di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, Rabu (24/9).
Wamenhan Ri Menyampaan Bahwa Dinamika Global Semakin Kompleks. “Ancaman Terhadap Kedaulatan Dan Kepentingan Tidak Lagi Terbatas KEMENTERIAN CAHANANDikutip Jumat (26/9).
BACA JUGA: 177 Perwira Tni Naik Pangkat, Ada Kapuspen Hingga Dandodiklat
Saat ini, Sebut Donny, narasi dan perang hukum ATAU nlw Menyasar Beberapa Aspek Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara.
Pertama, Pada Aspek Ekonomi Atau Kesejahteraan. Kedua, Pada Aspek Pertahanan Dan Politik Negara.
Donny Mengatakan, NLW Berupaya Melemahkan Soliditas Kebijakan Pemerintah dergan Menggunakan Isu-isu Hak Asasi Manusia Dan Demokrasi Sebagai Pembenaran.
Oleh Karena Itu, Diperlukan Kemampuan untuk Bembedakan Secara Tegas Antara Kritik Yang Berifat Konstruktif Dan Narasi Subversif Yang Digerakan Oleh Kepentingan Pihak Asing Atau Eksternal.
BACA JUGA: Enam Pati Tni Au Raih Wing Kehormatan Dari Angkatan Udara Singapura
“Menanggapi Kompleksitas Ancaman Multidimensional Tersebut, Bapak Menhan RL (Sjafrie Sjamsoeddin) Memperkenalkan sebuah visioner Konsep Yaitu Manajemen Intelektual Pertahanan (Redup), ”Kata Donny.
Donny Mengatakan, Dim Bikan Sekadar Konsep, Melainkan Sebuah Kenisisayaan, hasilnya Dari Kualaitas Praktis Dan Akademis Yang Diterapkan Dalam Interaksi Kepemimpinan Dan Manajemen Untukur Membangun Keuatan.
“KompleKsitas Permasalanan Negara Saat Ini Tidak Cukup Dihadapi Hanya Alat Utama Sistem Persenjata Modern Atau Organisasi Militer CanGgih. Kita Bembutuhkan Kemampuan Multiguna, Mampu Berapapasi, Mampu Berapaman, Mampu Berpon, Wamenhan Ri. (NMA)
(Tagstotranslate) Donny Ermawan Taufanto (T) KEMHAN RI (T) Narasi dan Perang Hukum