Jakarta, IDM – Presiden Prancis Emmanuel Macron Mengatakan Bahwa Pengakuan Terhadap Negara Palestina Bukan Berarti Melupakan Serangan Hamas Ke Tel Aviv Pada Oktober 2023.
Macron Melakukan Pertemuan Bilateral DGan Presiden sebagai Donald Trump Di Sela-Sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS) Pada Beberapa Waktu Lalu. Dalam Kesempatan Itu, Trump Menyatakan Bahwa Langkah Yang Diamin Oleh Negara-Negara Barat Termasuk Prancis untuk Mengakui Negara Palestina Hanya Menguntinjkan Hamas.
BACA JUGA: PIDATO DI PBB, Prabowo Sampaiikan Harapan Perdamaian Dan Persatuan
“Saya Pikir Itu Hadiah Hamas. Dan Anda Tenjak Bisa Melakukan Itu Karena 7 Oktober. Dan Benar-Benar Tenjak Bisa Melakukan ITU. Akan Mendapatkan Para Sandera Kembali, ”Platform Katananya Melansir X élysée, Dikutip Pada Rabu (24/9).
Menanggapi Pernyataan Tersebut, Macron Menyatakan Sepaham Delangal Trump Dan Tragedi Pada 7 Oktober 2023 Merupakan Hal Hal Merican Yang Tidak Dapat Dilupakan. Meskipun Begitu, Perlu Solusi Dua Negara Terhadap Konflik Yang Berkepanjangan Tersebut.
“Presiden Trump Benar Sekali. Tak Seorang Pun Melupakan Peristiwa 7 Oktober … Namun, Setelah Hampir Dua Tahun Perang, apa Hasilnya?” Katanya.
BACA JUGA: Di Sidang PBB, Prabowo Tankan Bencana Kemanusiaan Di Gaza Hapius Segera Dihentikan
“Ini Bukan Cara Yang Tepat untuk melangkik. Bantuan Kemanusiaan, Dan Hari BerIKUTNYA DI GAZA UNTUK Menstabilkan Keadaan.
Prancis Bersama Inggris, Kanada, Australia, Dan Portugal Menjadi Negara Yang Baru-Baru Ini Mengakuui Palestina Secara Resmi. TuJuanana untuk Mendorong Terwujudnya solusi dua negara, Tetapi Mendapat Kecaman Dari Israel Dan As. (BP)
(Tagstotranslate) Donald Trump (T) Emmanuel Macron (T) Hamas (T) Palestina (T) PBB (T) Prancis