Jakarta, IDM – Hamas Menyatakan Siap Mencapai Kesepakatan untuk Akhiri Konflik di Gaza, Proposal Berdasarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, Hamas Menuntut Jaminan Komitmen Israel.
Hamas Dan Israel Telah Melakukan Perundingan Tidak Langsung Sesi Kedua Di Sharm El-Sheikh, Yang Dimediasi Oleh Delegasi Dari Mesir, Qatar Dan As. Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-
BACA JUGA: Israel Dan Hamas Mulai Perundingan Tak Langsung Tag Akhiri Konflik
Pemimpin Delegasi Hamas, Khalil al-Hayya Kepada TV Berita Al QaheraMengatakan Pihaknya “Tidak Memercayai Pendudukan” Dan Ingin “Jaminan Nyata” Bahwa Konflik Akan Berakhir. IA Menganggap Jaminan ini berpaling, Berkaca Pada Pelanggaran Gencatan Senjata Yang Dilakukan Israel Pada Kesepakatan Sebelumnya.
Sementara, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Menyatakan Dalam Platform X Bahwa Konflik Yang Telah Berlangsung Selama Dua Tahun Di Gaza Merupakan Sebuah “Pengarans Keutusan Yang Menentukan Masa Depan”, Tanpa Meninggung Kemajuan Negosiasi Terkini.
Meskipun Nampak Masih Terdapat Tuntutan Yang Belum Terpenuhi, Perundingan Itu Diyakini Paling Menjanjikan Guna Mengakhiri Konflik. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, Mediator Mediator Mengatakan Termasuk Turki Tetap Fleeksibel Dan Mengembangkangkan Gagasan Seiring Berjalannya Perundingan Gencatan Senjata.
BACA JUGA: Dansatgas Indo RDB 39-F Personel Ajak Peduli Kesehatan Mental
“Kami Tidak Menggunakan Prasangka Dalam Negosiasi. Kamie Mengembangkangkan Formulasi ini Selama Perundingan ITU Sendiri, Yang Sedang Berlangsung Saat ini,” Ujar al-Ansari Melansir melansir melansir melansir melansir melansir, Ujar al-Ansari melansir melansir, ”Ujar al-Ansari melansir,” Ujar al-Ansari Al Jazeera.
Partisipasi Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, menegaska Tekad para mediator untuk Mencapai Kesepakatan Mengakhiri Perang. (BP)
(Tagstotranslate) Amerika Serikat (T) Donald Trump (T) Gaza (T) Hamas (T) Israel