Jakarta, IDM – Presiden Ri Prabowo Subianto Menyampaikan Dua Pesan Khusus Soal Organisasi Tni Dalam Pidatonya Pada Perayaan Hari Ulang Tahun (Hut) KE-80 Tni di Monumen Nasional (Monas), Jakar Pusat, Minggu (5/10).
Pertama, Prabowo Anggota Izin Kepada Panglima Tni Dan Kepala Staf Tiga Matra Agar Pemilihan Pimpinan Di Tubuh Tni Tidak Perlu Memperhitungkan Senioritas.
“Dalam Rangka Seleksi Kepemimpinan Tidak Perlu Selalu Memperhitungkan Senioritas, Yang Penting Prestasi, Pengabdian, Cinta Tanah Air,” Ujar Prabowo.
Kedua, Kepala Negara meminta Agar Organisasi Usang Tni Dihapus. Prabowo memerintahkan Panglima Dan Kepala Staf Angkatan Mengkaji Terus Perkembangan Teknologi Dan Sains.
“Kaji Terus Organisasi, Bila Perlu Organisasi Yang Usang Diganti Organisasi Yang Tepat untuk Kepentingan Bangsa Indonesia,” Kata Presiden.
BACA JUGA: Empat Prajurit Di Perbatasan Dapat Penghargaan Di Hut Ke-80 TNI
PEMILIHAN PIMPINAN TNI
Pusat Kepala untuk Keterlibatan Intermestik dan Diplomatik (CIDE) Anton Aliabbas Mengapresiasi Permintaan Prabowo Tersebut, Terutama Soal Pemilihan Pimpinan di Tni.
“Mengingat Faktor Senioritas Seringkali Diperhitungkan Terkait Promosi Dan Mutasi Prajurit,” Kata Anton Kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Senin (6/10).
Sementara Faktor Lain, Seperti Riwayat Pendidikan (Umum, Spesialis Hingga Iptek) Dan Riwayat Penugasan Terkarang Bukan Maktor Faktor Kunci. Akibatnya, Dugaan Unsur Favoritisme Menjadi Lebih Domini.
Anton Menambahkan, Pesan Yang Disampaan Prabowo Sebenarnya Suda Sejalan Delanan Kebijakan Internal Tni Yang Memangkas Masa Dalam Pangkat (MDP) Perwira.
Peraturan panglima tni nomor 15/2025 Tentang Kepangkatan Prajurit tni telah melakukan Banyak Pesiesuaian Sehingga Perwira Dengan Masa Dinas 21 Tahun, Yang Biziang Mengikui Tni/Lemhannas, Kini Sudlah BISKO TNI/LEMHANNAS, Kini Sudaa Sudaa Sudlah BISKO TNI/LEMHANNAS, KINI SUDAHAS, KINI SUDAHAS, KINI SUDAHAS, KINI SUDAHAS, KINI SUDAHAS, KINI SUDAHAS, KINI SUDAHAS, KINI SUDAHAS, KINI SUDAHAS, KINI SUDAHAS, KINI SUDAHAS, KINI SUDAHAS, KINI SUDAHAS, KINI SUDAHAS, KINI SUDAHAS, KINI SUDAHAS, KINI SUDAHAS, KINI SUDAKO BISKO BISKO TNI Satu.
BACA JUGA: Polisi Beri Hadiah Kejutan untuk 6 Markas Komando Di Hut Ke-80 TNI
Sebelumnya, Promosi Bintang Satu Hanya Dapat Dilakukan Pada Perwira Yang Telah Mencapai Masa Dinas Paling Sedikit 25 Tahun.
Anton Melanjutkan, Pernyataan Itu Juta Sedikit Banyak Merefleksikan Pengalaman Pribadi Prabowo Yang Belah Meraih Pangkat Walikota Jenderal Dengan Masa Dinas 21 Tahun. Pada Tahun 1995, Prabowo Yang Lulusan Akademi Militer 1974 Menyang Pangkat Bintang Dua Saat Memahat Jabatan Komandan Jendral Kopassus.
“Oleh Karena Itu, pimpinan tni hendaknya memanfaatkan momentum untuk memperbaiki secara komprehensif perihal pembinaan karier prujurit. Tenti tenti tenton nomin nomin nomaaa nomonkon Menyimpan Bom Waktu Semakin Kusutnya Problematika Botol Leher Di Tubuh Tni, ”Kata Anton.
DENGAN KATA LAIN, PENAMBAHAN USIA PENSIUN AKAN DAPAT MEMPERPARAH FENOMENA Prajurit nonjob dalam Institusi Militer Mengingat Adanya Pelambatan Laj Pensiun.
“Tentunya, Ini Akan Membuat Karier Prajurit Yang Lebih Muda Terkendala Dan Tidak Menutup Kemunck setelah Fenomena Nonjob Meluas Ke Berbagai Jenjang Kepangkatan,” Ujar Anton.
BACA JUGA: Tiba November 2025, Dua Pesawat Baru T-50i Bakal Perkuat Skadron Udara 15
Anton Berharap, Sistem Basis Dalam Penerapan Dalam Karier Prajurit Dapat Secara Konsisten Dan Kontinyu Diterapkan.
Ia Menyatakan, Senioritas Unsur Bukanlah Sesuatu Yang Haram Unk Dipertimbangkangkangkan Dalam Penentuan Karier Seseorang.
“Sebab, Dalam Menjadi Calon Pemimpin, Sosok Tersebut Semestinya Jada Suda Kaya Akan Pengalaman, Tur Tur Tur Maupun Tur Maupun Area, Dan Hal Ini Tentu Akan Berkorelasi Sanjan Masa Dinas,” Kata Anton.
Di Samping Tentu Saja, Peluang Akselerasi Bagior Junior Yang Memiliki Talenta Dan Prestasi Tetap Harus Dibuka.

“Oleh Karena Itu, Perbaany Ke Depan Rona Hendaknya Lebih Mengembangkangkan Penerapan Asas Keterbukaan, Akuntabel Dan Terencana Termasuk Dalam Hal Penggunaan Diskresi Pimpinan,” UCAP Anton.
Selain Itu, Lanjut Anton, Perbaan Pola Karier Tentu Saja Harus Disertai Delangan Penataan Kebijakan Pensiun Yang Lebih Baik.
“Mau Tidak Mau, Kebijakan ‘mengundurkan diri dengan desain’ haru disiapkan. Hal ini tentu saja haru uscakup penerapan wajib program Masa Persiapan pensiun secara konsisten utuk semua uson,” KaMkatan Terhitung Satu TAHU SeBELUM, ”,” KAPATAN Terhitung Satu Tahu SeBelum.
BACA JUGA: Tampil Memukau, Ksau Apresiasi Tim Demo Udara Hut KE-80 TNI
PENYEMPURNAAN ORGANISI
Sementara Itu, Pengamat Militer Dari Institut Keamanan dan Studi Strategis (ISESS) Khairul Fahmi Menilai, Setidaknya Ada Lima Struktur Komando Yang Mendesak untuk dibenahi Dalam Organisasi tni.
“Yang Paling Mendesak Adalah Mengubah Cara Kita Menggerakin Kekuatan Tri-Matra Di Lapangan,” Ujar Fahmi Saat Dihubungi Indonesia Defense Magazine (IDM).
Pertama, Seguktur Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) Yang Dibentuk Pada 2019. Selama ini, Menuru Fahmi, Peran Kogabwilhan Cenderung Koordinatif.
“Ke Depan, Perlu Diberi Wewenang Operasional Penuh,“ Komando Teater ”Menjadi, Supaya Aset Darat-Laut-Udara Di Wilayah Prioritas (Alki, Choke Point, Perbatasan) Dapat Diorkestrasi di Bawah Satu Rantai KomaDo. Dampaknya. Eksekusi Lebih Pendek, ”Kata Fahmi.
Kedua, Komando Pertahanan Udara Nasional Haru BENAR-BENAR TERPADU DI BAWAH PAYUNG Komando Yang Kuat.
Radar, Pesawat Tempur, Artileri/Rudal Pertahanan Udara, Kapal Perang, Arsenal Laut, Dan Sistem Peringatan Dini Harus Berada Dalam ArsiteKtur Terpadu, Dalam Hal ini.
“Ini unkul menutup celah terbadap ancaman baru seperti drone, rudal jelajah, gangguan spektrum, Yang butuh respons lintas kemampuan, Bukan“ Kotak-Kotak ”Matra,” tutur Fahmi.
Ketiga, Terkait Komando Pegerahan Siber Dan Antariksa, Dari Satuan Ke Komando. Menurut Fahmi, Satuan Siber Tni Idealya Naik Kelas Menjadi Komando Siber Delangan Mandat Defensif-Ofensif Yang Jelas Dan Protokol Kerja Terkoordinasi Badan Siber Dan Sandi Negari (BSSN) Atau Badan Inteli.
BACA JUGA: Jelang Latihan Bersama India, Kri John Lie-358 Uji Kemampuan VBSS Di Selat Malaka
“Bersama Itu, Unit Embrio Dibangun Antariksa (SSA, Satkom, ISR Satelit) untuk menopang C4isr. Tanpa dua domain ini, operasi gabungan modern Akan Selalu Tertingangal,” Kata Fahmi.
Keempat Terkait Komando Logistik Gabungan. Fahmi Mengatakan, Duplikasi Gudang, Suku Cadang, Perbaikan Pemeliharaan dan Perombakan (MRO), Dan Distribusi di tri-matra membu kesiapan Mahal Sekaligus latus.
“Komando Logistik Gabungan Memungkagn Perencaanan Kebutuhan, Pra-Posisi, Dan Mobilitas Strategis Lintas Moda Berjalan Terpadu Dan Terhubung Gangan Industri Pertahanan. Hasilnya, Kesiapan FAHIAP, BIAYA TURUN, WAKTU TANGEKEPAN MEDEKEKMAN.
Terakhir, Perbaanya Pada Teritorial Yang Ringkas Administrasi. Fahmi Mengatakan, TeTAP TETAP FIRGSI Vital, Tetapi Beban Administratifnya Perlu Dirampingkan Dan didigitalisasi.
“Fokus Diarahkan Pada Ketikanan Wilayah (Hadr, Mobilisasi, Literasi Keamanan, Keterlibatan Komunitas) Lewat Sinergi PEMDA/POLRI. (NMA)
(tagstotranslate) hut ke-80 tni