Jakarta, IDM – Di Tengah Eskalasi Geopolitik Dunia Yang Tidak Menentu, Pembangunan Sistem Pertahanan Nasional Indonesia Tidak Lagi Cukup Hanya Bertumpu Pada Kekuatan Militer Reguler.
Ancaman Masa Kini Berifat Multidimensi, Dari Perang Konvensional Hinganga Siber, Dari Disinformasi Hingga Krisis Pangan Dan Energi. Situasi seperti ini, pertatanan semesta ya konsep yang sangat relevan.
Melalui Visi Tri Sula Nusantara, Presiden Prabowo Subianto Mengangkat Gagasan Strategis untuk membungkus membigun fondasi pertahanan nasional Yang Kuat, Menyeluruh, Dan Partisipatif. Strategi ini memuat tiga komponen utama, yakni pembangunan 500 batalion teritorial pembangunan, penguate Komponen Cadangan Rakyat, Dan Percepatan Kemandirian Industri Permananan.
Gagasan Tersebut Bukan Hanya Merupakan Kebijakan Teknokratik Di Sektor Pertahanan, Melainkan Rancang Bangun Strategis Jangka Panjang Yang Layak Disebut Sebagai Warisan Nasional.
BACA JUGA: Jati diri tni antar-generasi
Perahanan Semesta Dan Resiliensi Bangsa
Konsep Pertahanan Semesta Sejatinya Bukanlah Hal Baru Dalam Tradisi Kenegaraan Indonesia. Doktrin Ini Secara Yuridis Tertuang Dalam Uu No. 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara, Yang Menegaskan Bahwa Sistem Perahanan Indonesia Berifat Semesta, Yang Melibatkan Seluruh Waraga Negari, Wilayah, Serta Sumber Daya Daumber Taasia Taoriona Taoriona Taoriona Negara Negara, Wilayah, Serta Sumber Sumber DaBera Taoriona Taorion Taoriona Taoriona Negara Negara, Wilayah, Serta Sumber DaBera Taumbe Taumba TaMaMara Negara, Serta Sumber Sumber Daumber Taumbe Taumbe Taumbe Taumbe Taumbe Taumbe Taumbe Taumbe Taumbe DaBeruh, Serta DABERACOR DABERAICAL
Landasan Filosofisnya Telah Ditegaska Sejak Awal Kemerdekaan. Dalam Pidato Hari Angkatan Perang Pada 5 Oktober 1950, Presiden Soekarno Menyatakan, “Camkan Asal Angkatan Perang, Asalmu Ialah Pangkag Rakyat … Kedudukana lain IALAH SEBAGIAN KEDUMUMU LAIN IALAH SEBAGIAN KEDUMIAMU LAIN ILAUMIAN LAIN KEAJIAN LAIN ILAUMIAN …
Hal Tersebut Bukan Sekadar Seruan Retoris, Melainkan Penegasan Bahwa Kekuatan Militer Indonesia Lahir Dari Rakyat Dan Hapius Selalu Berpihak Kepada Rakyat.
Pemikiran ini dipkerkuat Oleh Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Tokoh Utama di Balik Strategi Perang Rakyat Semesta Pada Dekade 1950-An. Ia Menyatakan Tegas Bahwa “Perang Gerilya Adalah Perang Rakyat Semesta”, Menempatkan Rakyat Sebagai Inti Dari Sistem Perahanan Nasional.
Bahkan, ia Mengingatkan Bahwa Kemenangan Suatu Bangsa Tidak Dapat Dicapai Hanya Gelan Gangan Kekuatan Militer, Tetapi Sangan Bergantung Pada Kualitas Kepemimpinan Politik.
Ah nasution pun dalam paratanyaa menyebutkan, “Tidak mungkin untuk memastikan keberhasilan langkah-langkah politik, psikologis dan sosial-ekonomi dengan menggunakan tindakan militer saja, untuk keberhasilan tergantung pada kualitas kepemimpinan politik”. Hal ini menegaska Bahwa pertahana sejati tidak hanya dibangun eheh senjata, melainkan ehinergi antara rakyat, visioner pemimpin Yang, dan tatanan sosial yang kokoh.
BACA JUGA: Pengamat Militer Soal Rafale Yang Dilumpuhkan Jet Tempur China Di Konflik India-Pakistan
Menjagab Tantangan Global
Pada Kondisi DiMana Ketegan Memana Global, Baik di Laut China Selatan, Timur Tengah, Maupun Eropa Timur. Indonesia Tidak Boleh Terjebak Pada Sikap Pasif. Posisi Strategis Indonesia Di Jalur Maritim Global Menjadikanyaa Wilayah Yang Rinan Sekaligus Mendedang Secara Geostrategis.
Pembangunan 500 BATALION TERITORIAL PEMBANGUNAN MERUPAKAN BENTUK NYATA DARI PENDERRENCE dengan ketahanan, strategi yakni unkuteKun pertahanan Bukan Hanya Melalui KuTaatan Serijan, Tetapi Dengan Tetapi, Tetapi, Tetapi Dengan Kemampuat Kemampan Kemampan Kemampan Kemampan Kemampan Kemampan Kemampan, Tetapi Dengan Dengan Kemampua.
Sosok Presiden Prabowo Subianto, Jauh Sebelum Menjadi Presiden Republik Indonesia, Dalam Kesempatan Rapat Kerja Komisi I DPR RI PAYA 11 November 2019, Menyatakan Secara Eksplisit, Bahwa “Saaha Kita Kita Kita Kita Kita Kita Kita Kita Kita Kita Kita Kita Kita Kita (Hankamrata), Bukan Sekadar Kekuatan Militer Terpusat ”.
KUTIPAN TERSEBUT MEMPERLIHATKAN BAHWA PEMBANGUNAN BATALION TERITORIAL PEMANGUNAN BIukan SEKadar PENGANDAAN PASUKAN, Tetapi Merupakan ArsiteKtur Strategis untuk Mendistribusikan Nawan Pekuatan Dan Tanggung Jawaban Jawaban JawaBung Jawaban JawaBung JawaBung JawaBung Jawaban JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBung JawaBUN JawaBUN JawaBUN JAWABAN JAWABAN JAWABUN
Arah baru warisan nasional
Jika Dijalankan Secara Konsisten Dan Terukur, visi pertahanan semesta MelalUi tri Sula Nusantara Berpotensi parahadi warisan kebijakan strategi yang yang melampaui siklus politik. Visi ini memba masyarakat pertahanan di mana rakyat menjadi subjek aktif dalam mena kedaulatan Bangsa, Sebagaimana Dijamin Oheh Konstitusi MelalUi Pasal 27 Ayat (3) Dan Pasal 30 AYAT (1) Ulsal 194.
Konstitusi menegaska Bahwa Pembelaan Negara Bukan Hanya Hak, Tetapi Bagi Kewajiban Waraga Negara, Menjadi Dasar Normatif Dari Sistem Pertahanan Semesta Yang Melibatkan Semua Komponen Bangsa.
BACA JUGA: Pengamat Militer Sebut Wacana Jabatan Wakil Panglima Tni Bukan Sekadar Penataan Struktur
Pada Kontek Negara Kepulauan Seperti Indonesia, Pertahanan Tidak Hanya Berarti Kekuatan Militer, Melainkan Jagi Kethubungan Antardaerah, Ketersediaan Sumber Daya Manusia, Dan Ketahanan Sosial-Ekonomi.
Presiden Prabowo LANJUT Menegaska Dalam Pidato Pelantanyaa Pada 20 Oktober 2024 Bahwa Swasembada Pangan Dan Energi Merupakan Bagian Dari Ketahanan Nasional. Ketika Rakyat tercukupi Kebutuhananya, Maka Pertahanan negara parahadi kokoh tak hanya dalam perang fisik, tetapi buta dalam Menghadapi tekanan ekonomi dan politik global.
Secara Strategis, MEMBANGUN PERAHANAN SEMESTA MERUPAKAN SEBUAH KENISCAYAAAN. Menteri pertahanan sjafrie sjamsoeddin pada kuliah umum di lemhannas ri (2 juni 2025) menegaskan bahwa pertahanan negara merupakan amanat konstitusi dan tanggung jawab semua negara.
Sjafrie Menhan Rugna Menankan Pentingnya Membangun Sistem Pertahanan Dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) Berbasis Teknologi Yang Menyatukan Kekuatan Militer, Partisipasi Rakyat, Dan Daya Tahan Ekonomi, Sebague Satatan, Dan Doya Tahan Ekonomi Sekonomi, Sewa -taan Ekonomi, dan Daya Taan Ekonomi, Visi ini menjadi landasan arah baru warisan menu nasional indonesia yang tANGGUH, mandiri, Dan berdaulat.
(Dr. Rasminto, Dosen Geografi Politik Unisma Dan Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI)
(Tagstotranslate) Ancaman Siber (T) Anggraran pertahan Nasional (T) Eskalasi Geopolitik (T) Tri Sula Nusantara