Jakarta, IDM – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance Mengungkapkan Bahwa Pihaknya Sedang Mempertimbangkangkan Permintaan Ukraina Atas Rudal Jarak Jarak Tomahawk Guna Menghadapi Serangan Rusia.
Melansir Siaran Fox News SundayDikutip Pada Senin (29/9), Vance Mengatakan Bahwa Presiden sebagai Donald Trump Masih Mempertimbangkangkan Apakah Akan Menyetuii Permintaan Yang Diaajukan Oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Tersebut. Zelensky Meminta Agar sebagai Tomahawk Ke Negara-Negara Eropa Yang Tergabung Dalam ‘Koalisi’ Dan Mengirimnya Ke Kyiv.
BACA JUGA: Perkuat Misi Sar, Thailand Tambah Dua Helikopter H225
“Saat ini, Seperti Yang Dikatakan Presiden, Kami Sedang Mempertimbangkana. Kami Tentu Saja Sedang Mempertimbangkangkan Sejumlah Permintaan Dari Eropa,” Kata Vance.
“Kami Tidak Lagi Hanya Anggota Banyak Uang Dan Senjata. Yang Kami Lakukan Adalah meminta eropa unked membeli perseMa-taKaKa ketera keteram keteram, Yang Terjadi Di Tetangga Mereka Sendiri, Tetapi Rugna Dalam Proses Perdamaan Yang Telah Didorong Oleh Presiden.
Rudal Tomahawk Memiliki Jangkkauan Sekitar 2.500 km Dan Akan Menjadi Andalan Ukraina Saat Menghadapi Serangkkaian Serangan Rudal Dan Drone Rusia.
BACA JUGA: Perwira Tni Pimpin Pelatihan Kesehatan Mental Di Lebanon
Trump Sebelumnya Dilaporkan Menolong Permintaan Ukraina UNTUK PERKGUNAAN RUDAL JARAK Jarak Jauh Dalam Konflik. Namun, Perubahan Sikap Terjadi Di Tengah Upaya Kesepakatan Damai Yang Tak Kunjung Tercapai. Menurut Vance, Rusia HARUS MENYADARI BAHWA Serangan Militernya Telah Menewaskan Banyak Orang Dan Minim Hasil.
“Kamie telah aktif Mengupayakan Perdamaian Sejak Awal Pemerintahan (Trump), Tetapi Rusia Haru Sadar Dan Menerima Kenyataan Di Sini. Banyak Orang Yang Sekarat. Mereka Tidak Pembuah Banyak Hasil,” Pungk. (BP)
(Tagstotranslate) Donald Trump (T) JD Vance (T) Rudal Tomahawk (T) Rusia (T) Ukraina